Merangkak Penting untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Tubuh Bayi


Merangkak Penting untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Tubuh BayiAda sebagian orangtua beranggapan bahwa bayi yang langsung berjalan tanpa menjalani proses merangkak adalah hal yang sangat baik. Akan tetapi, ternyata cukup berpengaruh dalam proses keseimbangan tubuh bayi.

Tidak semua bayi merangkak dengan cara biasa atau cara tradisional, yaitu dengan bertumpu pada kedua lutut dan tangannya. Ada sejumlah bayi merangkak dengan cara menggeser perut dan menyeret kakinya atau juga dengan gaya kepiting, yaitu satu lutut dalam posisi merangkak dan kaki lainnya datar di lantai.

Merangkak dengan bertumpu pada perut dapat menimbulkan tekanan yang kuat dan terus-menerus pada perut. Meskipun merangkak dengan metode ini belum terbukti menyebabkan masalah di masa depan, orangtua perlu mendorong bayi untuk merangkak dengan cara tradisional.

Apabila orangtua khawatir dengan cara bayinya merangkak yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak dan mendapatkan rujukan ke ahli terapi fisik jika diperlukan. Perkembangan dan pertemuhan bayi berbeda-beda. Bahkan, tidak jarang, bayi berusia 1 tahun ada pula yang belum bisa berjalan.

Untuk mendorong bayi agar dapat merangkak, perbanyaklah kesempatan bermain bayi di lantai dan kurangi frekuensi penggunaan kereta bayi atau ayunan. Tempatkan mainan favorit bayi di luar jangkauannya, sehingga bayi terdorong untuk menggerakkan tubuh, merangkak, dan meraih mainannya.

Orangtua juga harus lebih banyak meluangkan waktu untuk menemani sekaligus mengawasi bayi Anda ketika bermain dan merangkak. Bila anak telah berusia 6 atau 7 bulan, ajak anak untuk merangkak melewati sebuah terowongan yang Anda buat dengan menggunakan kardus yang membuatnya lebih tertantang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar